PemerintahanSuara Mahasiswa

KAMMI Apresiasi Program Riset Rp1,9 Triliun, Beri Catatan Kritis kepada Menristekdikti

Jakarta, (Rinjanipost) – Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) Nazmul Watan, memberikan apresiasi kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Brian atas kebijakan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,9 triliun untuk mendukung riset yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di seluruh Indonesia.

Nazmul menilai kebijakan ini menjadi langkah bersejarah dalam pendidikan tinggi, karena menempatkan mahasiswa tidak hanya sebagai penggerak wacana, tetapi juga pelaku solusi nyata berbasis riset dan inovasi.

“Riset adalah napas kemajuan peradaban. Ketika mahasiswa diberi ruang, kepercayaan, dan dukungan sumber daya, gagasan mereka bisa berubah menjadi solusi konkret yang menjawab tantangan zaman,” ujarnya, Selasa (12/8).

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan BEM dalam riset akan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri, sesuai dengan konsep triple helix yang telah terbukti mendorong inovasi dan daya saing bangsa. Transformasi daya kritis mahasiswa ke arah riset dinilai akan membuat kritik yang disampaikan lebih berdampak dan berpeluang diadopsi menjadi kebijakan publik.

Meski demikian, Nazmul menanggapi tegas pernyataan Kepala LLDikti Wilayah IV, Lukman, yang menyebut pendanaan proyek sebesar Rp200–300 juta per BEM lebih bermanfaat daripada aksi demonstrasi. Menurut Nazmul, unjuk rasa merupakan bagian dari tradisi akademik yang sah untuk menyuarakan aspirasi.

“Tindakan kolektif seperti unjuk rasa adalah refleksi tanggung jawab moral mahasiswa,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa dana besar tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi ruang demokrasi. KAMMI mendesak pemerintah dan perguruan tinggi memberikan ruang seimbang bagi pengembangan inovasi dan kebebasan berpendapat secara damai.

Nazmul menutup dengan menegaskan kesiapan KAMMI menjadi mitra strategis dalam mengawal program tersebut, sekaligus mendorong kader-kader KAMMI yang memimpin BEM memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat kapasitas intelektual dan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan semata soal Rp1,9 triliun, tapi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

*Penulis: Nazmul

*Editor: Fen

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button