Ekonomi NTB Tumbuh Positif di Sektor Riil, Meski Angka Kumulatif Rendah

Mataram (Rinjanipost) – Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan II 2025 tercatat hanya 0,82 persen. Namun, Pemerintah Provinsi NTB menilai capaian tersebut tidak bisa dibaca semata dari angka kumulatif yang dipengaruhi naik turunnya sektor tambang.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB Yusron Hadi, menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi seharusnya dilihat dari pergerakan sektor riil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Sektor riil justru menunjukkan tren positif. Ini buah dari kebijakan pemerintah yang fokus pada sektor non-tambang,” ujarnya, Senin (25/8).
Data Pemprov menunjukkan, pada triwulan II pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang mencapai 6,08 persen, meningkat dibanding 5,57 persen pada triwulan I. Menurut Yusron, hal ini menjadi bukti aktivitas ekonomi masyarakat terus menguat.
Lebih lanjut, pemerintah daerah akan tetap memberi prioritas pada sektor pangan, pariwisata, serta peningkatan aksesibilitas. Selain itu, perbaikan layanan kesehatan dan pendidikan juga menjadi perhatian agar pertumbuhan ekonomi sejalan dengan peningkatan kualitas hidup warga NTB.
Yusron menambahkan, Pemprov berharap ekspor tambang segera pulih dan kegiatan besar seperti MotoGP 2025 dapat memberi dampak positif bagi perekonomian. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, instansi pusat di daerah, dan pihak swasta untuk mempercepat pertumbuhan.
Terkait serapan anggaran, ia mengakui adanya perlambatan akibat proses penyesuaian setelah pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2025 serta kebijakan efisiensi belanja. Namun, Pemprov optimistis pada sisa tahun ini kegiatan bisa dipacu, sementara pada 2026 pembangunan akan berjalan lebih matang sejak awal tahun. (Fen)