Pembunuhan Kian Marak, NTB Tak Aman : HMI Desak Kapolri Copot Kapolda NTB

Mataram (Rinjanipost) — Maraknya kasus pembunuhan yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir-akhir ini memicu kegelisahan dan keresahan masyarakat. Alih-alih merasa aman, warga justru hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat tingginya angka kriminalitas, Mulai dari kasus pembunuhan anggota Kepolisian Brigadir Nurhadi di Gili Trawangan, Pembunuhan Brigadir Esco Fasca Rely di Lembar, Pembunuhan Nurminah di Labuapi yang di cor jasadnya dalam sumur, hingga pembunuhan Mahasiswa Unram di pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kasus Pembunuhan yang terus berulang tanpa penanganan tuntas.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menilai situasi ini sebagai bukti kegagalan aparat kepolisian, khususnya Polda NTB, dalam menjalankan fungsi pokoknya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ketua Umum HMI Cabang Mataram Sudirman, dalam keterangan persnya menegaskan, Kapolda NTB telah gagal memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tidak mampu menekan laju angka kejahatan, sehingga sudah selayaknya Kapolri mengambil langkah tegas.
“NTB hari ini tidak aman. Kasus pembunuhan kian marak, dan nyawa rakyat seolah tidak berharga. Kami mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda NTB karena terbukti gagal mengendalikan situasi keamanan di daerah ini,” tegasnya.
HMI menilai, lemahnya deteksi dini, minimnya patroli preventif, serta lambatnya aparat dalam memberikan respons terhadap kasus-kasus pembunuhan membuat rasa keadilan masyarakat semakin tercederai.
Selain mendesak pencopotan Kapolda NTB, HMI juga meminta Kapolri untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Polda NTB, serta menurunkan tim khusus untuk mengusut tuntas setiap kasus pembunuhan yang masih mengendap tanpa kepastian hukum.
“Negara tidak boleh kalah dengan kriminalitas. Jika aparat gagal menjalankan amanah undang-undang, maka Kapolri harus segera mengambil langkah tegas agar masyarakat NTB bisa kembali hidup dalam rasa aman,” pungkasnya. (Fen)