Pemprov NTB Mulai Alihkan Kendaraan Dinas ke Kendaraan Listrik, Dorong Transformasi Energi Bersih
(Rinjanipost) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi memulai langkah besar menuju transportasi rendah emisi dengan mencanangkan penggantian kendaraan dinas berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Program ini menjadi bagian dari agenda transisi energi bersih sekaligus upaya menekan emisi karbon di sektor transportasi daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa uji coba penggunaan kendaraan listrik untuk jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) akan dimulai bulan depan. Menurutnya, perubahan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan komitmen energi ramah lingkungan.
“Kami ingin memulai perubahan dari lingkungan pemerintah sendiri. Seluruh kendaraan dinas secara bertahap akan diganti dengan mobil listrik,” ujarnya di Mataram.
Langkah Awal Wujudkan Transportasi Hijau
Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis Pemprov NTB untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di daerah. Selain sebagai solusi pengurangan polusi udara, perubahan ini juga diharapkan menjadi pemicu sektor lain baik swasta maupun masyarakat untuk beralih ke transportasi yang lebih bersih.
Transisi ini sejalan dengan upaya nasional mempercepat adopsi kendaraan listrik dan pemanfaatan teknologi energi terbarukan di berbagai sektor.
Kantor Pemerintah Akan Dibekali Panel Surya
Selain penggantian armada dinas, Pemprov NTB juga menginstruksikan pemasangan panel surya di seluruh gedung perkantoran. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan di lingkup pemerintahan.
Saat ini, kontribusi energi hijau di NTB masih berkisar 5 persen, atau sekitar 22 megawatt dari total daya mampu 400 megawatt, berdasarkan data PLN UIW NTB. Sumber listrik bersih terbesar berasal dari sejumlah PLTS yang tersebar di Sengkol, Sambelia, Pringgabaya, dan Gili Trawangan.
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa potensi energi terbarukan di NTB sangat besar dan harus dimaksimalkan. “Kami ingin NTB benar-benar menjadi daerah yang memimpin dalam transformasi menuju energi bersih,” katanya.
Potensi Energi Terbarukan Melimpah
NTB memiliki berbagai sumber daya alam yang dapat menjadi tulang punggung energi terbarukan nasional. Pemerintah mencatat terdapat 77 bendungan yang bisa dimanfaatkan untuk pemasangan panel surya terapung hingga 20 persen dari luas permukaannya. Selain itu, NTB juga menyimpan potensi panas bumi dan mikrohidro di sejumlah wilayah.
Dengan intensitas radiasi matahari yang merupakan salah satu tertinggi di Indonesia, NTB diyakini mampu menghasilkan energi surya dalam kapasitas besar jika dikelola optimal.
“Selain energi surya, kami juga memiliki potensi panas bumi dan mini hidro. Semua ini menjadi modal kuat bagi NTB untuk berkontribusi lebih besar pada pasokan energi bersih nasional,” ujar Gubernur Iqbal.
Menuju NTB sebagai Sentra Energi Bersih
Dengan langkah penggantian kendaraan dinas dan penguatan pemanfaatan energi terbarukan, NTB menegaskan ambisinya menjadi daerah pelopor energi bersih di Indonesia. Program Kendaraan Listrik NTB menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Fen)



