Museum NTB dan PT AM Giri Menang Edukasi Siswa SD tentang Pentingnya Siklus Air
(Rinjanipost) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama PT Air Minum Giri Menang menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Goes to School di SD Negeri 41 Mataram, Kamis (20/11).
Kegiatan ini menghadirkan edukasi interaktif tentang siklus air kepada siswa-siswi sekolah dasar sebagai upaya menanamkan kesadaran mereka terhadap lingkungan sejak dini.
PLT Kasi Penyajian dan Layanan Edukasi Museum NTB, Raden Heru menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengenalkan generasi muda terhadap keterikatan erat antara ekosistem hutan, ketersediaan air, dan warisan budaya.
Koleksi-koleksi museum, seperti ceret maling, poh jenggi, ceret, bokah, tadah, ponda oi nono, merupakan alat tradisional penyimpanan air, serta boru yang juga sebagai alat untuk mengambil air.
“Jadi koleksi-koleksi ini kami perkenalkan kepada siswa-siswi untuk menunjukkan bagaimana leluhur menjaga sumber daya alam secara berkelanjutan”, tuturnya, (20/11).
Dalam kegiatan ini, para siswa diajak memahami bagaimana air bergerak dalam siklus alam, mulai dari penguapan, kondensasi, hingga kembali lagi ke bumi sebagai hujan.
Ketua Rombongan PT AM Giri Menang, Indah Paramita , menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya edukasi kepada siswa untuk memahami perjalanan air mulai dari mata air, mengalir ke sungai, hingga akhirnya masuk ke rumah-rumah warga.
“Jadi kita ingin menunjukkan bahwa proses air sampai ke rumah itu tidaklah mudah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa alur distribusi air membutuhkan kerja besar dan sistem yang saling terhubung. Untuk memudahkan pemahaman itu, tim menghadirkan permainan edukatif yang menggambarkan tantangan dalam memindahkan air dari satu titik ke titik lainnya.
“Jadi hanya mengangkat air beberapa meter saja butuh tenaga dan kekompakan. Dari situ anak-anak bisa melihat bahwa air yang mereka pakai sehari-hari melalui proses panjang dan penuh perjuangan,” tambahnya.
Selain memperkenalkan proses teknis, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Menurutnya, para siswa adalah generasi penerus yang akan menentukan keberlanjutan sumber daya alam di masa depan.
“Harapannya, mereka bisa menjaga lingkungan dan kelestarian air. Apalagi NTB diproyeksikan akan mengalami krisis air sekitar tahun 2045. Kalau dari sekarang mereka sudah terbiasa menjaga lingkungan, gak buang sampah di sungai itu bisa menjaga kelestarian dan kelangsungan sumber air”, ucapnya.
Sementara itu Guru SDN 41 Mataram, Ahmad Bahtiar apreasiasi atas kegiatan sosialisasi siklus air tersebut.
Menurutnya, materi akan air ini merupakan salah satu materi yang di pelajari dipelajari siswa kelas 4 dan kelas 5 SD. Namun susah untuk dipahami dikarenakan masih bersifat abstrak.
“Sangat bagus sekali sebenarnya. Jadi ketika dijelaskan dengan tekniknya, ini sangat menarik untuk memudahkan anak-anak untuk memahami materi ini”, ucapnya. (Fen)



