Hukum & KriminalKabupaten BimaPeristiwaSosok

Fitnah Berujung Luka: Keluarga Korban Pembacokan Sanggar Tuntut Keadilan

(Rinjanipost) — Keluarga korban pembacokan di Kecamatan Sanggar mendatangi Kantor Polsek Sanggar pada Jumat (17/10). Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut keadilan dan meminta aparat penegak hukum segera menangkap pihak-pihak yang diduga menjadi provokator dalam insiden berdarah tersebut.

Keluarga korban M. Idhar, bersama orang tua serta kerabatnya, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Polsek Sanggar untuk memberikan keterangan tambahan sekaligus mengklarifikasi perkembangan kasus pembacokan yang menimpa Yoga, korban yang kini tengah menjalani perawatan intensif akibat luka berat.

Menurut keterangan keluarga, insiden terjadi pada Jumat, (17/10), sekitar pukul 11.33 WITA, di depan dan samping rumah korban. Dalam peristiwa itu, dua bersaudara, yakni Bobo dan Rangga Eriansyah, yang di enggan disapa Yoga (23), menjadi sasaran serangan. Bobo sempat melarikan diri karena dikejar oleh pelaku yang membawa parang, sementara adiknya, Yoga, mencoba menyelamatkan sang kakak hingga akhirnya menjadi korban pembacokan, dan mengalami luka pada bagian punggung belakang dengan 2 jahitan.

Bagian belakang luka pembacokan pada Rangga M. Saleh (Yoga). (Fen/Ist)
Bagian belakang luka pembacokan pada Rangga M. Saleh (Yoga). (Fen/Ist)

Dari informasi keluarga, aksi brutal tersebut dipicu oleh provokasi dua orang bernama Rafli dan Kamaludin atau yang biasa disapa (woso), yang sebelumnya menyebarkan informasi tidak benar dan menuding keluarga korban terlibat dalam kasus pencurian ayam. Narasi itu kemudian memancing amarah pelaku, Rendi dan Miko, hingga nekat melakukan aksi kekerasan tanpa memastikan kebenaran tuduhan tersebut.

“Kami menilai tindakan mereka bukan hanya fitnah, tapi juga termasuk pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang ITE, karena telah merusak kehormatan dan nama baik keluarga kami,” ujar Idhar di depan Polsek Sanggar, (17/10).

Keluarga juga menyebutkan bahwa sebelum insiden terjadi, sempat ada kabar dari ibu korban Kamlah atau yang biasa disapa Bibi Lau, bahwa pelaku sudah merencanakan pembacokan dua hari sebelumnya. Hal itu memperkuat dugaan bahwa serangan tersebut bukan spontan, melainkan telah direncanakan.

“Kami berharap pihak kepolisian segera menindak tegas pelaku dan menangkap provokator Rafli dan woso yang menjadi akar masalah dari peristiwa ini. Jika tidak segera ditangani, kami khawatir akan muncul korban berikutnya,” tegas idhar.

Keluarga juga meminta agar proses hukum berjalan profesional dan transparan. Mereka menegaskan bahwa kejadian ini merupakan tindak pidana berat yang harus diusut hingga tuntas, baik terhadap pelaku langsung maupun pihak yang memicu aksi kekerasan tersebut.

Hingga berita ini di terbitkan, pihak kepolisian sektor (Kapolsek) Kecamatan sanggar belum memberikan keterangan, ketika di konfirmasi oleh awak media, melalui via whatsapp, (Terlihat  centang dua). (Fen)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button