Headline NewsKulinerMakanan dan munimanPemerintahan

Festival Cilok Sembalun Jadi Simbol Kebijakan Prorakyat dan Kebangkitan Ekonomi Lokal

(Rinjanipost) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah persoalan masyarakat melalui kebijakan yang berpihak langsung kepada rakyat. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Festival Cilok Sembalun dalam rangka Road to HUT ke-67 Provinsi NTB.

Gubernur Iqbal menekankan bahwa seluruh arah kebijakan pemerintah daerah harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, pejabat publik dituntut untuk mencurahkan waktu dan pikirannya demi kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Setiap kebijakan harus dimulai dari kebutuhan rakyat. Kita ingin pejabat-pejabat di NTB lebih banyak memikirkan masyarakat, bukan kepentingan lainnya,” tegas Iqbal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal berbagai perubahan yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, dukungan publik menjadi kunci utama agar agenda pembangunan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Hambatan pasti ada. Tetapi dengan niat baik dan dukungan masyarakat, insya Allah semua tantangan itu dapat kita hadapi bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Perwakilan MMC NTB Irham Jayadi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Pemprov NTB serta antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara. Ia menyebut, animo pengunjung jauh melampaui perkiraan panitia.

“Festival ini tidak hanya berlangsung satu sesi, tetapi berlanjut hingga sesi kedua. Bahkan masih ada sekitar 10 rombong tambahan dengan kurang lebih 10 ribu cilok yang telah disiapkan untuk para pengunjung,” kata Irham.

Irham juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Lombok Timur sebagai tuan rumah sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara peringatan HUT ke-67 NTB.

“Ini pertama kalinya Lombok Timur dipercaya sebagai ketua panitia HUT NTB. Insya Allah, Festival Cilok ini akan berlangsung hingga puncak perayaan pada 17 Desember mendatang,” ucapnya.

Festival Cilok Sembalun sendiri digagas sebagai upaya mendorong kebangkitan ekonomi lokal, terutama sektor kuliner dan pariwisata di kawasan Sembalun. Selama ini, aktivitas ekonomi di wilayah tersebut cenderung melambat pada periode Desember hingga Maret akibat penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani.

Selain menyajikan wisata kuliner, festival ini juga menampilkan seni budaya lokal seperti musik tradisional Lemor serta pameran berbagai produk khas Lombok. Dengan latar alam Sembalun yang sejuk dan asri, kegiatan ini menjadi ruang berkumpulnya keluarga, wisatawan, serta komunitas pecinta alam.

Festival Cilok Sembalun diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas kuliner NTB sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Fen)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button