Headline NewsHukum & KriminalSuara Mahasiswa

Krisis Solar di Bima, HMI BADKO Bali Nusra Desak Evaluasi Total Manajemen Pertamina Patra Niaga

(Rinjanipost) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di SPBU Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi ini memicu keluhan dari petani dan nelayan yang sangat bergantung pada solar untuk menjalankan aktivitas ekonomi mereka.

Hanafi, seorang petani setempat, mengaku sudah beberapa hari terakhir berulang kali mendatangi SPBU Rabakodo, namun selalu mendapati stok solar kosong.

“Sudah tiga hari saya bolak-balik ke SPBU, tapi solar tidak pernah ada,” ujar Hanafi.

Keluhan serupa disampaikan Ismail, warga Desa Rupe, Kecamatan Langgudu. Ia awalnya tidak percaya kabar kelangkaan solar tersebut hingga memastikannya sendiri ke lokasi.

“Setelah sampai di SPBU, ternyata memang solar kosong,” ungkap Ismail, Sabtu (20/12).

Pihak pengelola SPBU Rabakodo menyebutkan bahwa kekosongan solar terjadi karena pasokan dari Pertamina belum masuk. Mereka mengklaim telah menyampaikan laporan dan permohonan pengiriman BBM secara resmi, namun hingga kini belum ada kepastian waktu distribusi.

Situasi ini ternyata tidak hanya terjadi di SPBU Rabakodo. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Bali Nusa Tenggara (Balinusra), Abdul Halik, mengungkapkan bahwa sejumlah SPBU di Pulau Sumbawa mengalami kondisi serupa.

Menurut Halik, hasil investigasi internal HMI menemukan adanya keterlambatan respons dari PT Pertamina Patra Niaga dalam menyalurkan BBM jenis solar. Ia menilai Pertamina terkesan mengulur waktu tanpa memberikan penjelasan yang transparan, meskipun pihak SPBU telah mengajukan permintaan pasokan secara resmi.

“Kelangkaan solar ini bukan tanpa sebab. Kami menilai ada kelalaian dan lemahnya respons dari Pertamina Patra Niaga, sehingga berdampak langsung pada masyarakat kecil,” tegas Halik.

Atas kondisi tersebut, HMI mendesak Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga serta jajaran direksi untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Halik bahkan secara terbuka meminta pencopotan Tommy Wisnu Ramdan dan Dani Hutama Aji yang dinilai bertanggung jawab atas persoalan distribusi solar di wilayah Pulau Sumbawa.

Sebagai bentuk tekanan, HMI Balinusra berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor Sales Area Manager Pertamina NTB pada Selasa, 23 Desember 2025. Aksi tersebut ditujukan untuk menuntut pertanggungjawaban serta mendesak kedua pejabat tersebut agar mundur dari jabatannya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina Patra Niaga belum memberikan keterangan resmi terkait kelangkaan solar di Kabupaten Bima dan wilayah Pulau Sumbawa secara umum. (Fen)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button